Kehadiran situs Facebook.com di Indonesia akhir-akhir ini sangat populer di berbagai kalangan, baik itu di sekolah, kampus, kantor maupun di lingkungan ibu rumah tangga biasa. Dari anak kecil, remaja ABG hingga orang dewasa dan ada juga yang lansia, nenek dan kakek yang menggandrungi situs jejaring sosial ini.

Mengapa facebook begitu populer kehadirannya terutama akhir-akhir ini dimana penggunanya semakin meningkat saja? Padahal satu atau dua tahun yang lalu kehadiran facebook tidak begitu sepopuler saat ini dan mungkin satu atau lebih dari dua tahun yang lalu facebook masih di akses oleh kalangan terbatas saja, dan begitu pula dengan saya sendiri baru sekitar 3-4 bulan yang lalu saya membuka akunt facebook, meskipun saya sudah tahu tentang facebook ini dua tahun yang lalu. Namun sekarang ini coba tanya siapa orang yang gak tahu apa itu facebook?, hampir semua orang akan menjawab bahwa mereka suka meng-akses facebook.

Memang betul ada sebagian orang yang meskipun tahu tentang situ facebook namun memilih tidak tertarik untuk ikut-ikutan trend yang mengandrungi situs facebook dengan alasan yang beragam. Contohnya ada seorang konsultan mentoring karir saya, sebut saja namanya pak Iwan beliau adalah seorang pemilik bisnis konsultan karir yang memiliki latar belakang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur di beberapa perusahaan multi nasional, pak Iwan ini berkomentar bahwa dia tidak mau ikutan trend “ber-facebook-an ria” karena hanya ingin focus pada pekerjaan dan khawatir kalo meng-akses facebook akan mengganggu konsentrasi-nya sehingga dia berhitung dengan value atas waktu yang ingin di invest adalah valuable time saja karena dia sangat concern dengan bisnis yang sedang dirintisnya.

Hmmmm…alasan yang masuk akal, karena bila tidak disiplin kita memang akan menghabiskan waktu berjam-jam dengan facebook sehingga akan merugikan diri sendiri tentunya. Coba kita tanya alasan teman yang lain lagi kenapa dia tidak mau meng-akses facebook, ternyata jawabannya cukup mengesankan, begini komentarnya, facebook is only for orang narsis dan si perfeksionis. Oh ya…? kemudian dia menjelaskan lagi bahwa, orang yang narsis akan menuliskan status di facebook, misalnya: “sedang lunch” kemudian si perfeksionis akan buat komentar di status si narsis tadi, “lunch dengan siapa? dimana? bla…bla…. bla..” jadi match antara si narsis dan si perfeksionis, dengan kata lain si narsis dan perfeksionis klop di facebook.

Wah….wah…betul banget tuh….cerita kenalan saya ini, dia adalah keynote speaker disalah satu seminar yang saya ikuti di kampus, dia adalah seorang executive muda yang memiliki karir bagus dengan usia yang relatif muda sudah menduduki posisi Senior Manager di salah satu perusahaan telekomunikasi milik perusahaan ternama di Indonesia. Dia juga bercerita bahwa akunt facebook-nya sudah dinonaktifkan dan begitu pula dengan YM dan lainnya.

Kalo begitu saya jadi ingat dengan kalimat kutipan dari salah satu workshop yang saya ikuti, begini kalimatnya “matikan facebook,YM, email dan computer anda, dan segera meet with people secara nyata sebanyak mungkin”.

Jadi sudah dua orang yang punya karir di posisi top level manajemen yang tidak tertarik dengan facebook, well…well… saya ingin mendapatkan lebih banyak lagi responden survey saya tentang pengguna facebook, oke coba saya mau bertanya dengan lingkungan keluarga dekat saya, dia adalah salah satu kakak saya dan dia juga adalah seorang HRD Manager di salah satu perusahaan swasta Nasional yang terkenal di Indonesia, ternyata kakak saya ini juga tidak tertarik dengan facebook. Oke…sekarang saya mau pindah ke kalangan teman dilingkungan kampus, sebut saja namanya, Riska, baru lulus S1 Fisip UI, oh…ternyata dia juga tidak tertarik meng-akses facebook, alasannya ….hmmm….saya gak menangkap alasan yang jelas dari Riska mengapa dia tidak punya akunt facebook, hanya jawabannya gak mau aja…., belum cukup dengan Riska, saya mencoba bertanya kepada teman yang lain sebut saja namanya Hanni dia udah lulus S2 FE UI dan saat ini sudah bekerja di salah satu perusahaan Publik Akunting terkemuka, oh ternyata teman saya Hanni ini juga bilang bahwa dia belum punya akunt facebook meskipun dia sebenarnya udah tahu tentang situs facebook ini sekitar 1-2 tahun yang lalu.

Kalau begitu kesimpulannya, facebook adalah situs jejaring sosial yang kehadirannya sangat populer di berbagai kalangan namun begitu tidak semua orang tertarik untuk ikutan trend mengakses situs facebook ini dengan alasan beragam yang masuk akal dan dapat dipahami seperti yang sudah saya paparkan diatas. Situs jejaring sosial sebenarnya bukan hanya facebook, ada beberapa situs yang lain seperti, frienster, myspace, Hi5, twitter dan yang lainnya mungkin, namun yang paling populer diantara semua situs jejaring sosial adalah facebook dan kepopuleran facebook bukan saja di Indonesia namun juga diberbagai belahan dunia juga mengandrungi facebook, namun dari pengamatan saya dari list friend facebook saya yang orang asing, mereka dari Perancis, Inggris dan Amerika ternyata mereka tidak se-narsis orang Indonesia dalam menuliskan status di facebook maupun aktivitas di facebook mereka.

Memilih untuk ber-facebook-an, YM, myspace, Twitter, H15, Friendster atau Tidak samasekali tentu saja adalah Hak setiap orang. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi adalah; everyone has own style dan passionate of life, dan hanya orang-orang yang pintar dan wise yang akan mampu membuat filter atas semua input which is goes to our environment in order we can take the value advantages from the time of change or new technology.logo f