Sri Sultan HB X adalah seorang pemimpin dari keturunan raja jaman dahulu kala, beliau adalah anak dari Sultan Hamengku Buwono IX, seorang Raja dimana kepemimpinan Raja-Raja ini sudah sangat terkenal pada zamannya. Kredibilitas dan integritas para Raja pada zaman dahulu kala dalam memimpin dan JASA-nya terhadap bangsa dan Tanah Air adalah Take it for Granted!! NO DOUBT !!

Kalo mau tahu lebih banyak tentang kepemimpinan para Raja, coba aja baca buku sejarah tentang Kerajaan di Indonesia pada zaman dahulu kala. Dari baca buku sejarah k’pemimpinan para raja, maka kita bisa meng-analisa, misalnya bila kerajaan itu lemah karena rajanya juga kurang hebat, dan kalo kerajaannya jaya dan kuat karena dipimpin oleh Raja yg hebat juga ,sehingga disegani diseluruh pelosok negeri hingga manca negara dan sebagainya.

Sri Sultan HB X sebagaimana semua orang tahu adalah juga seorang Gubernur DI-Jogyakarta yang sangat dicintai oleh rakyat Jogya dan seluruh daerah Jawa Tengah sebagaimana halnya kisah-kisah para Raja jaman dahulu kala yang yang bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya.

Berkaitan dengan Track Record kempemimpinan tersebut, maka disini saya mau mengungkapkan alasan mengapa Sri Sultan HB X SANGAT Layak menjadi President RI 2009-2014, yaitu sebagai berikut:

1. Beliau memiliki Proven Track Record Leadership yang Kuat, serta Kredibel, Integritas Kepribadian yang juga kuat, maka hal ini mengindikasikan bahwa beliau bukanlah POLITISI karbitan yang ujug-ujug mau jadi CAPRES seperti fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia.

2. Jabatan Presiden untuk seorang Sri Sultan HB X bukanlah Karir seperti halnya seseorang yang pengen mencari pekerjaan. Jabatan Presiden untuk seorang Sri Sultan HB X juga bukanlah lambang KEKUASAAN dan AMBISI PRIBADI, seperti yang biasanya ada dibenak POLITISI yang biasa-biasa aja atau Politisi karbitan dan kerdil kebanyakan.

Bagi seorang politisi yg oportunis, mereka berpikiran jangka pendek aja, yaitu berkuasa 1-2 periode, meraup kekuasaan dan sejuta kenikmatannya, selanjutnya mencari peluang untuk berkuasa lagi episode berikutnya? oh sekarang ternyata udah dibatasi maksimal hanya 2 periode saja.

3. Sri Sultan HB X adalah seorang Pemimpin Besar yang keberadaanya sangat langka pada zaman sekarang terutama di Indonesia, dimana banyak sekali pemimpin-pemimpin kelas teri atau seorang pecundang dan kerdil.

4.Visi dan Misi Sri Sultan HB X tentang Wawasan Nusantara, Strategi Keamanan Kelautan Indonesia dimana sektor Maritim sepertinya Sudah Sangat lama terlupakan, indikasinya adalah: TNI AD lebih kuat dibandingkan TNI AL di Indonesia.

Kenapa ya TNI AD lebih kuat? Apakah mungkin karena posisi jabatan pemerintahan didominasi oleh orang yg berasal dari TNI AD? Padahal ini sangat ironis karena Indonesia adalah Negara Maritim dengan memiliki ribuan pulau-pulau sehingga Indonesia disebut Negara Kepulauan dan memiliki wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara khususnya dan di Dunia umumnya.
(my father is former army, TNI AD, jd saya objektif kan?).

Siapakah seorang Pemimpin yang PERNAH mengungkapkan GAGASAN VISI dan MISI tentang Kelautan dan perlunya memperhatikan wilayah Indonesia Timur selain Sri Sultan?

5. Sri Sultan HB X tidak memiliki AMBISI PRIBADI untuk mewarisi KKN, (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) seperti masa Orde Baru sebagaimana terjadi saat ini, lihat saja maraknya fenomena tersebut saat ini. Coba bikin survey berapa jumlah anak-anak PEJABAT yang saat ini jadi CALEG. Mulai dari anak camat, Lurah, Bupati, Gubernur dan seterusnya…. dan ini terjadi diseluruh Indonesia, SIAPAKAH YANG JADI ROLE MODEL -nya????!!!!!

6. Melihat Fenomena MARAKNYA Situasi KEKACAUAN DIMANA-MANA, siapakah yang SALAH? Ibarat tugas seorang Nahkoda Kapal, apabila ada kekacauan di Kapal siapa yang PALING bertanggung Jawab??? Apakah para penumpang yang salah?? Lantas Apakah peran seorang Nahkoda Kapal apabila terjadi banyak sekali Kekacauan di kapal ?????!!!! TENTUNYA seorang Nahkoda Kapal SANGAT bertanggung Jawab atas RASA KEAMANAN , KESELAMATAN DAN KENYAMANAN PENUMPANG BUKAN???? Dan disini diperlukan kemampuan memimpin dari seorang Nahkoda Kapal tersebut untuk mengkoordinasikan dengan awak kapal dan seluruh petugas keamanan dikapal tersebut sehingga dapat mengatasi kekacauan di Kapal tersebut.

Demikianlah Ilustrasi tentang seorang Pemimpin di suatu Negara diasumsikan dengan Nahkoda Kapal. Apabila ternyata NAHKODA KAPAL TIDAK CAKAP, NOT CAPABLE ENOUGH, so …harus ada Penumpang yang AMBIL ALIH KEMUDI KAPAL TERSEBUT DEMI KESELAMATAN SELURUH PENUMPANG, Namun tentu saja Penumpang tersebut haruslah memiliki keahlian seorang NAHKODA KAPAL, yang KUALITASNYA Jauh lebih baik dari Nahkoda sebelumnya sehingga penumpang mendapatkan keyakinan bahwa Kapal tsb punya Tujuan yang jelas arahnya mau kemana, dan juga KEKACAUAN di kapal tersebut tidak terjadi lagi dan KAPAL TIDAK KARAM, dan seluruh Penumpang menjadi nyaman, aman dan selamat sampai tujuan.

Mudah-mudahan opini saya ini dapat diambil hikmahnya, agar para politisi me-review dan instropeksi ulang motivasi dalam diri masing-masing mengapa mereka terjun kedunia politik dan menjadi politisi. Jangan sampai semuanya hanya larut dalam eforia “rame-rame terjun ke dunia politik” tanpa memikirkan masa depan Indonesia 30 tahun dan 50 tahun sampai 100 tahun kedepan. Maksudnya, bila anda lihat Indonesia 100 tahun kedepan, kemudian tarik mundur kebelakang ke tahun sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri, apa saya rela punya presiden si A atau si B atau si C yang kualitasnya hanya segitu aja? pasti diantara masyarakat jg punya pikiran seperti ini, gue gak rela kalo Indonesia se besar ini punya pemimpin Kecil yg kualitasnya hanya segitu doang…?! kecil disini bukan postur tubuhnya yg kecil ya, pasti Pahlawan pendahulu kita sebelumnya juga ngak rela kalo Indonesia dipimpin oleh orang yg gak berkualitas. Apa pantas dia berdiri sejajar dengan pemimpin-pemimpin besar dunia? Malu dong..!!

Berkualitas disini maksudnya kualitas seorang Presiden, tolong dibedain dg kualitas untuk posisi yang lain ya, misalnya berkualitas utk seorang karyawan, atau berkualitas orang tua yg baik. Begitu jg dengan seorang Menteri, jgn dipaksain jd cawapres karena kehebatannya pada posisi menteri tertentu, belum tentu dia cocok untuk posisi cawapres, atau capres. Contohnya Condooliza Rice meskipun bnyk orang yg memprediksi dia bakal jadi rival-nya si Bush, karena dia berpotensi jadi capres atau cawapres, namun YBS tidak mau mencalonkan diri mgkn karena dia merasa kapasitasnya adalah seorang Menteri Luar Negeri yg berkualitas, itu saja.

Terkadang orang suka berpikir bahwa orang yg sangat hebat pada posisi tertentu, diprediksi mampu, atau dicurigai dapat menjadi rival, misalnya bisa memimpin di posisi yg lain yg mungkin bukan kapasitasnya. Tanya dong sama ibu Sri Mulyani, apa beliau mau jadi capres, karena dia sangat hebat jadi menteri keuangan dan prestasinya dibidang ekonomi diakui oleh dunia international.

Kalo ibu Sri Mulyani naik jadi cawapres, lantas siapa yg bisa mengisi posisi Menteri Keuangan dong? ada…? kayaknya emang ada seh, paling masih sesama almamaternya di FEUI yg kualitasnya beda-beda tipis denga beliau, misalnya siapa ya? itu lho ada Agus Martowardoyo, beliau punya skill hebat, proven track record leadership-nya juga tidak perlu diragukan, prestasinya antara lain: banker yang berprestasi, arsitek bank mandiri yg berhasil mengangkat keterpurukan bank Mandiri sehingga menjadi Bank yang sehat. Tapi kenapa dia gagal dipilih jadi gubernur BI? alasannya politis, apa lagi kalo bukan gara-gara ulah DPR yg (…….)!!, ma’af off the record, biar masyarakat yg mengisi (……..) diatas ya, he..he…

PEACE…!!!😉 Mohon ma’af bila ada yang tersinggung, namun saya tidak bermaksud menyinggung orang perorang, ini hanya opini tentang suatu fenomena keadaan apa adanya saja.

Author : Irma
URL
Blog : https://iierma.wordpress.com
facebook : http://www.facebook.com/profile.php?id=1579044105&ref=profile
Twitter : http://www.twitter/iirma